VISKOSITAS


LAPORAN
FISIKA
PERCOBAAN


                                  VISKOSITAS





Oleh:
KELAS AKSELERASI



KELAS AKSELERASI


 

















SMA NEGERI 3 SENGKANG UNGGULAN KABUPATEN WAJO
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
BAB I
PENDAHULUAN
I.I.        LATAR BELAKANG
          Dalam kehidpan sehari-hari, kita sering menggunakan berbagai maca fluida. Sedangkan setiap fluida memiliki kekentalan masing-masing. Keketanlan fluida sering juga disebut viskositas, yang mana pengertian viskositas sendiri adalah Viskositas fluida merupakan ukuran ketahanan sebuah fluidaterhadap deformasi atau perubahan bentuk. Kekentalan benda cair dapat ditentukan dengan menggunakan viskositas benda yang dijatuhkan pada fluida.
     Pada saat kita menjatuhkan sebuah bola padat, misalnya kelereng Sewaktu kelereng hendak dijatuhkan ke dalam bejana kaca yang berisi cairan yang hendak ditentukan koefisien viskositasnya, oleh gaya beratnya, kelereng akan semakin cepat jatuhnya. Tetapi sesuai dengan RumusStokes, makin cepat gerakannya, makin besar gaya gesekannya sehinggaakhirnya gaya berat itu tepat seimbang dengan gaya gesekan dan jatuhnyakelerengpun dengan kecepatan tetap.
Fluida terdiri berbagai macam jenis, diantaranya adalah air, oli, gliserin, dan lain-lain.
I.II.       RUANG LINGKUP
Percobaan kekentalan fluida ini bertujuan menganalisis hubungan antara berat bola dan viskositas, menghitung angka viskositas fluida dan kecepatan benda dengan beberapa jarak. Adapun alat dan bahan yang digunakan, yaitu gliserin, meteran, aerometer, timbangan digital, pinset, kelereng.
I.III. TUJUAN PERCOBAAN
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam percobaan ini, yaitu:
a.      Tujuan Umum
Setelah mengikuti percobaan ini, siswa akan dapat mengetahui kekentalan suatu fluida.
b.      Tujuan Khusus
1.     Menghitung angka kekentalan fluida.
2.     Menghitung massa jenis benda.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Viskositas adalah ukuran tahanan (resistensi) dari suatu cairan untuk mengalir. Rheologi berasal dari bahasa Yunani yaitu rheo dan logos. Rheo berarti mengalir, dan logos berarti ilmu. Sehingga rheologi adalah ilmu yang mempelajari tentang aliran zat cair dan deformasi zat padat. Rheologi erat kaitannya dengan viskositas. Viskositas merupakan suatu pernyataan tahanan dari suatu cairan untuk mengalir, semakin tinggi viskositas, semakin besar tahanannya untuk mengalir. Viskositas dinyatakan dalam simbol η.
Pada zat cair, jarak antarmolekul jauh lebih kecil dibanding padagas, sehingga kohesi molekuler di situ kuat sekali. Peningkatan temperatur mengurangi kohesi molekuler, dan ini diwujudkan berupa berkurangnyaviskositas fluida.Oleh karena itu, pada zat cair dapatlah ditentukan angkakekentalannya dengan menggunakan viskositas benda yang dijatuhkan padafluida. Misalnya dengan menjatuhkan kelereng.
Pada dasarnya penentuan angka kekentalan atau koefisien viskositas (ŋ) dengan menggunakan rumus Stokes sangatlah sederhana.Hanya saja untuk itu secara teknis diperlukan kelereng dari bahan yang amatringan, misalnya dari aluminium, serta berukuran kecil, misalnya dengan jari- jari sekitar 1cm saja.

Menurut system newton, Viskositas mula-mula diselidiki oleh Newton, yaitu dengan mensimulasikan zat cair dalam bentuk tumpukan kartu. zat cair diasumsikan terdiri dari lapisan-lapisan molekul yang sejajar satu sama lain. Lapisan terbawah tetap diam, sedangkan lapisan di atasnya bergerak dengan kecepatan konstan, sehingga setiap lapisan akan bergerak dengan kecepatan yang berbanding langsung dengan jaraknya terhadap lapisan terbawah yang tetap. Perbedaan kecepatan (dv) antara dua lapisan yang dipisahkan dengan jarak (dx) adalah (dv/dx) atau kecepatan geser (rate of share). Sedangkan gaya satuan luas yang dibutuhkan untuk mengalirkan zat cairan tersebut adalah (F’/A) atau Shearing stress.

F'/A=η  dv/dx    atau      η=(F'⁄A)/(dv⁄dx).
Viskositas (η) merupakan perbandingan antara Shearing stress (F’/A) dan Rate of shear (dv/dx). Satuan viskositas            adalah  poise    atau                  dyne                 detik     cm                    -2.
Cairan Newton adalah cairan yang mengikuti hukum Newton di mana nilai shearing stress sebanding dengan nilai rate of shear (kecepatan geser), sehingga viskositasnya tetap pada suhu ddan tekanan tertentu dan tidak tergantung kepada kecepatan geser, jadi viskositasnya cukup ditentukan pada satu kecepatan geser.
Menurut Stokes, kekentalan terjadi apabila ada benda jatuh atau bergerak dalam fluida (khusus benda bentuk bola). Maka kekentalan fluida dapat diukur dengan persamaan:
r = m/v
V bola = 4/3 . r3
∑F = m.ɑ
mg. FAch - 6ɳrn = m. dv/dx
rbvbg - rfvfg - 6ɳrn = m. dv/dx
4/3 . r3rbg - 4/3 . r3rfg - 6ɳrn = m. dv/dx
4/3 . r3(rb-rf)g - 6ɳrn = m. dv/dx
.
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
III. I.   ALAT DAN BAHAN
Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah:
1.      Gliserin
Gliserin berfungsi sebagai media pengamatan
2.      Meteran
Meteran berfungsi untuk mengukur jarak tertentu.
3.      Aerometer
4.      Timbangan digital
Timbangan digital berfungsi untuk mengukur berat suatu benda.
5.      Pinset
Pinset digunakan untuk mengangkat benda dengan menjepit benda tersebut.
6.      Kelereng
Kelereng digunakan sebagai media yang diamati dalam praktikum.
III. II.  PROSEDUR KERJA


BAB IV
HASIL DAN PENGAMATAN
IV. I.  HASIL
          Berikut ini adalah tabel hasil pengamatan praktikum.
          Tabel. 1 hasil pengamatan.
Benda
Massa
Jari-jari
Jarak
Waktu
Waktu rata-rata
Massa jenis benda
Bola 1
5,1 gram
0,7585 cm
25 cm
2,02
2,04
2,04
2,08
2,03
30 cm
2,62
2,62
2,62
2,79
2,47
Bola 2
4 gram
0,73 cm
25 cm
1,95
2,04
2,04
2,05
2,12
30 cm
2,74
2,65
2,65
2,65
2,58
          PENGOLAHAN DATA
          Bola 1
          rb =         3m
                                                                                                            4r3
          rb =                                                                                             3.5,1
                                                                                                4.3,14(0,7585)3
          rb = 2,791 gram/cm3
Untuk m = 25 cm
          V = m/s
          V = 25 : 2,04
          V = 12,25 cm/s
Untuk m = 30 cm
          V = m/s
          V = 30 : 2,62
          V = 11,45 cm/s

          Bola 2
          rb =         3m
                                                                                                            4r3
          rb =                                                                                             3.4
                                                                                                4.3,14(0,73)3
          rb = 2,455 gram/cm3
Untuk m = 25 cm
          V = m/s
          V = 25 : 2,04
          V = 12,25 cm/s
Untuk m = 30 cm
          V = m/s
          V = 30 : 2,65
          V = 11,32 cm/s
Jadi nilai kekentalan fluida yaitu:
Bola 1   untuk 25 cm
          ɳ = 2r2g(rb- rf)
          ɳ = 2 . (0,7585)2. 10(2,791 – 1,22)
                                                                                                                                                                                                                                                                        10. 12,25
          ɳ = 0,1475
          untuk 30 cm
          ɳ = 2r2g(rb- rf)
          ɳ = 2 . (0,7585)2. 10(2,791 – 1,22)
                                                                                                                                                                                                                                                                        10. 11,45
          ɳ = 0,1578
bola 2                           untuk 25 cm     
          ɳ = 2r2g(rb- rf)
          ɳ = 2 . (0,73)2. 10(2,455 – 1,22)
                                                                                                                                                                                                                                                                        10. 12,25
          ɳ = 0,1074
          untuk 30 cm
          ɳ = 2r2g(rb- rf)
          ɳ = 2 . (0,73)2. 10(2,455 – 1,22)
                                                                                                                                                                                                                                                                        10. 11,32
          ɳ = 0,1162
IV.II.  PEMBAHASAN
          Viskositas adalah ukuran resistensi zat cair untuk mengalir. Viskositas dapat berpengaruh pada formulasi sediaan-sediaan farmasi, misalnya pada sediaan suspensi, tidak boleh terlalu kental (viskositas tinggi) sehingga menyebabkan suspensi sulit dituangkan. Hal ini dapat menyebabkan distribusi zat aktif tidak merata pada seluruh cairan dan keterimaan pasien juga rendah. Viskositas bola bergantung pada waktu tempuh bola dan jenis bola yang digunakan.
          selain itu, kekntalan fluida berbanding lurus dengan kecepatan benda untuk menempuh suatu jarak tertentu. Dan waktu yang ditempuh dapat diketahui kekntalan fluida tersebut. Semakin lama waktunya maka semakin kental fluida tersebut.


BAB V
PENUTUP
V. I.   KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa Viskositas adalah ukuran tahanan (resistensi) dari suatu cairan untuk mengalir. Viskositas tergantung pada waktu yang digunakan untuk menempuh suatu jarak tertentu. Gliserin merupakan larutan Newton karena memiliki nilai viskositas yang konstan.
V.II.   SARAN
Praktikum yang telah dilakukan sudah baik, namun sebaiknya lebih ditingkatkan lagi pelayanannya kepada siswa, agar dalam melakukan praktikum berikutnya semua kelompok bias melakukan praktikum tanpa dikejar waktu. Selain itu, sebaiknya tetap memperhatikan para siswa dalam melakukan praktikum agar parktikum terlaksana sesuai dengan prosedur kerja praktikum.


DAFTAR PUSTAKA



Anonim. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta : Departemen Kesehatan RI Lecture
PraktikumFarmasi Fisik”. Jimbaran : Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu PengetahuanAlam Univesitas Udayana.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar